17 Agustus 2014

Kekuatan Besar Internet terhadap Media Elektronik dan Media Sosial

Internet merupakan salah satu penemuan paling besar dan paling berpengaruh dalam abad ini. Internet telah mengubah suatu tata kelola sosial yang ada di masyarakat, baik dalam mendapatkan informasi maupun dalam berinteraksi antar manusia. Dengan adanya internet semua orang menjadi tahu apa yang sebenarnya terjadi di belahan bumi manapun pada saat itu juga.

Situs berita online baik lokal maupun manca dapat diakses dengan cepat. Informasi pun bisa didapat dengan mudah. Hal ini berbanding terbalik ketika internet belum ada atau belum berkembang sejauh ini. Dulu jika ingin mengetahui informasi kita harus repot-repot membeli surat kabar, atau dengan mendengarkan radio dan menonton televisi. Namun sekarang dengan berselancar di internet, kita bisa mencari suatu peristiwa dunia dengan cepat dan praktis.

media elektronik photo student-computer-small_zps1cce0c1a.gif

Ada pepatah lama yang berbunyi "Siapa yang menguasai media berarti menguasai dunia." nampaknya tidak salah. Media (baik elektronik dan cetak) dapat digunakan untuk membentuk opini publik. Dengan media kita bisa melakukan pencitraan terhadap sesuatu/seseorang yang ingin kita bentuk image-nya. Hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk kepentingannya.

Internet tidak akan bisa lepas dari media sosial. Dengan media sosial seseorang dapat berinteraksi dengan keluarga, teman, kekasih, atau komunitasnya dengan mudah. Hal ini merupakan manfaat awal dari media sosial.

 photo fb_zps37fbc5c7.png  photo path-icon_zpse7195f34.png media sosial photo twitter-bird-icon-logo-vector_zps8cc6ee7f.png media sosial photo Blackberry-Messenger-Logo_zps7d74b4c8.png

Namun seiring dengan waktu, media sosial pun juga berubah fungsi tidak hanya sebagai tempat komunikasi saja. Media sosial juga digunakan sebagai ajang kepentingan. Misalnya saja dimanfaatkan sebagai ajang pencitraan diri, tempat untuk menawarkan barang dan jasa, atau tempat untuk berkampanye.

Tidak lama sebelum ini ketika pemilihan umum presiden Indonesia 2014, media menjadi senjata ampuh dalam melakukan kampanye. Pengusung tim capres-cawapres menggunakan media sebagai alat untuk menyasar masyarakat secara menyeluruh. Berbeda sekali dengan kampanye Pilpres 2009, pada waktu itu kampanye perang media tidak seheboh seperti di tahun 2014. Terlebih saat ini internet telah mendarah daging di dalam masyarakat (walau tidak dalam seluruh kawasan Indonesia).

Media sosial menjadi arena kampanye tak berujung yang dilakukan oleh tim sukses capres-cawapres ataupun para pendukungnya. Walau kampanye di media sosial tidak salah, tetapi tidak sedikit berita yang disebarkan merupakan berita yang tidak benar serta berita yang menyerang lawan dengan sangat terbuka. Hal yang sangat disayangkan mengingat media sosial dimanfaatkan secara negatif oleh oknum tertentu.

Contoh lain selain Pilpres 2014 adalah kasus Florence Sihombing. Florence Sihombing adalah mahasiswa S2 UGM jurusan Kenotariatan fakultas Hukum. Kasusnya dimulai dari aksi dia yang menyerobot antrian ketika membeli BBM. Ketika dia mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika tidak dilayani karena menyerobot antrian, dia kemudian meng-update status di akun media sosialnya. Dia mengeluh dan sedikit menjelek-jelekkan Jogja.

Status dari Florence tersebut menuai reaksi keras dari para netizen. Situs berita pun banyak mengulasnya. Alhasil banyak kecaman datang, bahkan LSM pun melaporkan ke kepolisian. Florence harus mendekam beberapa hari di penjara dan dimintai keterangan oleh Komite Etik Fakultas Hukum UGM. Dia juga sampai meminta maaf langsung ke Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Akun media sosial Florence pun ditutup karena terlalu banyak kecaman yang masuk.

Hukuman yang menurut saya terlalu berat diterima oleh Florence untuk aksi pidana dengan tingkat seperti itu, terlebih hukuman sosialnya. Hal ini menandakan bahwa kekutan media terlebih media elektronik dan media sosial yang begitu besar.

Semoga dalam kasus tersebut kita semua bisa mengambil pelajaran. Internet tidak selamanya memberikan manfaat positif dalam hal penyebaran informasi. Kita harus bisa berpikir jernih dalam membedakan hal positif & negatif yang kita baca dan kita unggah ke internet. Karena dampak negatif yang ada bisa sangat besar karena luasnya internet yang terhubung ke seluruh penjuru dunia.

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai media yang berisikan informasi, menurut saya media informasi merupakan
    hal yang menarik dan banyak hal yang bisa dipelajari di dalamnya.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai beberapa media informasi
    yang bisa anda kunjungi di Media

    BalasHapus

Ayo kirim komentar, disini!!