29 Juni 2014

Indonesia Open 2014 - Super Series Premier

Seperti event tahunan bulutangkis sebelumnya, ada event sekelas Super Series Premier di Indonesia. Ya, Indonesia Open yang diadakan pada tanggal 17 Juni 2014 sampai dengan 22 Juni 2014 yang berlokasi di Istora Senayan Jakarta.

Sebelumnya saya pernah menonton laga Indonesia Open di tahun 2012, tepatnya di partai final. Pada waktu itu Indonesia ada 2 wakil di final, yaitu pasangan ganda campuran Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir dan tunggal putra Simon Santosa. Pada waktu itu hanya Simon Santosa yang berhasil menjadi juara.

Untuk tahun 2014 pun saya juga menonton hanya partai final saja, itu pun sebelumnya dengan catatan bahwa ada wakil Indonesia yang sampai final. Dan dari 2 wakil Indonesia di semifinal yaitu ganda campuran Tantowi Ahamd/Lilyana Natsir dan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setyawan hanya ganda putra saja yang masuk ke babak final.

Saya bersama teman saya kemudian berangkat pagi-pagi ke Istora Senayan untuk melihat partai final Indonesia Open. Kami membeli tiket Kelas 1 seharga 150 ribu. Sekadar informasi tiket VIP memiliki harga 400 ribu dan kelas 2 memiliki harga 75 ribu. Kami berencana untuk menonton semua nomor (ganda campuran, tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, ganda putra).

final indonesia open 2014 photo indonesiaopen20141_zps41ef5184.jpg

Untuk rundown pertandingannya acaranya adalah sebagai berikut:
1. Ganda Campuran
- Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark/4) vs Xu Chen/Ma Jin (China/3)
2. Tunggal Putra
- Kenichi Tago (Jepang/4) vs Jan O Jorgensen (Denmark/3)
3. Tunggal Putri
- Li Xuerui (China/1) vs Ratchanok Intanon (India/4)
4. Ganda Putri
- Tian Qing/Zhao Yunlei (China/8) vs Ma Jin/Tang Yuanting (China/-)
5. Ganda Putra
- Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia/1) vs Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan/6)

Pertandingan baru dimulai pukul 13.30 tapi kami sudah masuk ke Istora Senayan pukul 11.30, biar dapat posisi duduk yang enak. Sebelumnya kami berpoto gratis di halaman Istora Senayan yang disediakan oleh panitia.

final indonesia open 2014 photo indonesiaopen20141_zps1127e94d.png

Pertandingan Pertama,
Kehebatan smash Xu Chen dan ketenangan Ma Jin ketika mengalahkan pasangan Indonesia Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir tampaknya tidak keluar pada pertandingan kali ini. Mereka kalah rubber set setelah sempat memenangi set pertama.

Pertandingan Kedua,
Permainan fisik Kenichi Tago ketika mengalahkan tunggal pertama dunia Lee Chong Wei di semifinal tidak bisa mengalahkan permainan taktis Jorgensen. Akhirnya Jorgensen menang straight set langsung. Ini merupakan kemenangan pertama Jorgensen di level Super Series sehingga dia begitu emosional. Jorgensen kemudian minta tukar jersey dengan Tago, dan melemparkan 3 raketnya ke penonton. Sayang saya tidak dapat raket dari Jorgensen :-|

Pertandingan Ketiga,
Tunggal putri nomor satu dunia dari China tampaknya masih terlalu tangguh untuk Intanon. Intanon dikalahkan dengan cukup mudah oleh Li Xuerui 2 set langsung.

Pertandingan Keempat,
Partai ini langsung dimenangkan oleh pasangan Tian Qing/Zhao Yunlei tanpa bertanding karena pasangan Ma Jin/Tang Yuanting mengundurkan diri dengan alasan Ma Jin mengalami cedera ketika bermain di ganda campuran tadi. Entah benar atau tidak toh yang menang juga wakil dari China.

Pertandingan Kelima,
Partai ini mendapat sambutan yang sangat meriah dari pendukung di Istora Senayan karena yang bermain adalah wakil dari Indonesia. Di awal-awal kemunculan para pemain para pendukung tuan rumah harus was-was karena Ahsan tampaknya sedang tidak enak badan. Dan benar saja Ahsan/Hendra harus kalah terhadap wakil Korea Selatan tersebut, bahkan 2 set langsung. Namun penampilan Yong-dae/Yeon-seong memang cukup baik terutama pertahanan mereka ketika mendapat serangan smash dari Ahsan maupun Hendra.

final indonesia open 2014 photo indonesiaopen20142_zps38e272a4.jpg
Penyerahan medali bagi para juara atau pun runner up

indonesia open 2014 photo indonesiaopen20143_zps189b2dac.jpg
Ahsan/Hendra yang gagal membendung Yong-dae/Yeon-seong

Kecewa sih iya karena satu-satunya wakil Indonesia kalah. Tapi ya bagaimana lagi kita harus tetap mendukung siapa pun wakil Indonesia baik ketika menang maupun kalah karena itulah yang disebut dengan patriotisme *halah.

final indonesia open 2014 photo indonesiaopen20144_zps81df0672.jpg
Udah kalah, macet, dan kelaparan. Tapi tetap ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo kirim komentar, disini!!