26 Juni 2013

Festival Kesenian Yogyakarta di Benteng Vredeburg

Senin, 4 Juli 2011

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) merupakan festival yang menampilkan kesenian-kesenian Jawa, khususnya kesenian yang ada di Jogja. Festival kesenian ini ditujukan untuk terus melestarikan budaya dan mengenalkan budaya ke publik. FKY merupakan event yang diselenggarakan tahunan, dan untuk tahun ini merupakan edisi ke 23. FKY ini diselenggarakan dari 20 Juni 2011 sampai dengan 5 Juli 2011.

FKY 2011 bertempat di Benteng Vredeburg yang berada di ujung Jalan Malioboro sebagai kawasan titik nol kilometer. Benteng yang didirikan pada abad 18 ini juga terletak di depan Gedung Agung dan istana Kesultanan Yogyakarta. Entah apa tujuan sebenarnya benteng yang didirikan oleh Belanda di dekat keraton sepertinya memang untuk intimidasi terhadap kesultanan pada waktu itu. Saat ini Benteng Vredeburg berfungsi sebagai museum dan dinamakan dengan Museum Benteng Yogyakarta. Museum ini menyuguhkan bangunan-bangunan kuno yang relatif utuh dan juga terdapat diorama perjuangan Bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Stand-stand yang ada di FKY menjual berbagai macam merchandise yang unik. Bagi yang menyukai benda-benda yang memiliki seni tinggi dan berunsur kebudayaan Jawa, FKY merupakan tempat yang pas untuk berburu. Merchandise tersebut bisa juga digunakan untuk oleh-oleh sebagai cendera mata khas Jogja.

Acara-acara di FKY pun juga beragam. Mulai pagelaran kesenian, pertunjukan musik sampai dengan dance comptetition. Yang kesemua acara tersebut tentunya beraroma kental khas Jawa. Contohnya adalah pergelaran seni jathilan, pergelaran mocopot & keroncong atau pun pergelaran dagelan. Ada juga kebudayaan-kebudayaan luar Jawa yang disajikan sebagai ajang pertukuaran budaya, misalnya pergelaran seni dari NTB, dari Lampung dan dari Palu.

festival kesenian yogyakarta photo 01fky_zpseb45358e.jpg
Suasana di FKY 2011

Kali Kuning, Salah Satu Keindahan Kaki Gunung Merapi

Sabtu, 9 Agustus 2008

Kali Kuning merupakan salah satu wisata alam yang menawarkan keindahan di kaki Gunung Merapi. Kali Kuning terletak di kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Dengan nuansa yang sejuk dan rimbun akan pepohonan menjadi nilai tambah dari Kali Kuning. Berbeda halnya dengan wilayah Kaliurang yang sudah terkenal dan sudah padat akan bangunan-bangunan, di wilayah Kali Kuning masih terasa natural dan alami. Rute menuju Kali Kuning dapat ditempuh bisa dari Yogykarta via Kaliurang atau lewat Prambanan. Kali Kuning juga sering digunakan sebagai tempat outbond atau pun melakukan perkemahan (kemping).

kali kuning photo 04kalikuning_zpsb1c1bc09.jpg
Kali Kuning jika dilihat dari atas

Keraton Solo, Taman Balaikambang, Solo Batik Carnival

Sabtu, 25 Juni 2011

Di Sabtu pagi ketika baru pulang dari Jogja, saya diajak adek saya ke Solo untuk memenuhi ajakan saudara saya yang akan melakukan foto pre-wedding. Tidak lama istirahat di rumah saya kemudian langsung cabut ke Solo. Lumayan jalanan agak sepi jadi Klaten-Solo bisa ditempuh dengan cepat. Setelah sampai di rumah kakak saya, kami beserta saudara-saudara yang lain yang sudah menunggu segera menuju ke Keraton Solo sebagai lokasi pertama untuk melakukan foto prewed.

Keraton Solo atau Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan istanan Kasunanan yang menjadi tempat kediaman sunan (Sunan Paku Buwono) dan keluarganya yang masih tetap menjalankan tradisi kerajaannya. Kompleks Keraton Solo masih terawat dengan baik dengan arsitektur bangunan kunonya. Di Keraton Solo ini terdapat juga museum tempat peninggalan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai seni dan nilai sejarah yang tinggi. Terdapat juga replika dari pusaka keraton, gamelan-gamelan, kereta kencana dan wayang kulit.

keraton surakarta photo 01keratonsolo_zps64b7ba98.jpg
Keraton Surakarta

Wisata Jawa Timur - Bromo, Taman Safari II, Jawa Timur Park I, Wisata Bukit Apel

Jumat-Minggu 20-22 Juli 2007

Di pertengahan musim panas *padahal adanya musim kemarau* saya diajak bapak untuk mengikuti acara kantornya. Acara tersebut adalah jalan-jalan ke Malang. Saya berkesempatan ikut karena acara tersebut adalah acara keluarga. Jadi saya berangkat bersama bapak, ibu dan adik. Kami berangkat dari Klaten pada siang hari setelah Jumatan menggunakan bus pariwisata. Dalam perjalanannya kami berhenti sekali di Nganjuk untuk mengisi perut. Setelah itu kami sampai di rest area di Malang pada tengah malam.

Sekitar pukul 3.00 dini hari kami kemudian meninggalkan rest area dan naik semacam angkot untuk menuju ke Gunung Penanjakan. Di Gunung Penanjakan kami nantinya akan menonton sunrise. Maka dari itu kami harus berangkat pada malam harinya. Sekadar informasi Gunung Penanjakan dan Gunung Bromo letaknya berdekatan. Gunung Bromo merupakan gunung api yang masih aktif. Jadi tidak mungkin objek wisata untuk melihat sunrise di atas gunung yang masih aktif. Lagi pula tinggi Gunung Penanjakan lebih tinggi dari tinggi Gunung Bromo. Jadi, Gunung Penanjakan merupakan tempat yang pas sekali untuk melihat sunrise.

Dalam perjalanannya menuju Gunung Penanjakan kami melewati daerah yang super gelap dan sedikit sekali bahkan hampir tidak ada lampu penerangan jalan. Maka dari itu dalam perjalanan saya hanya mencoba untuk tidur saja. Tetapi sangat sulit untuk tidur pada waktu itu karena jalan yang bergeronjal, naik turun dan berkelok-kelok.

Setelah sampai di puncak Gunung Penanjakan udaranya sangat dingin sekali. Ditambah angin yang bertiup sangat kencang cukup membuat badan langsung menggigil. Walau sudah memakai jaket tetap saja dinginnya tak tertahankan. Akhirnya saya menyewa jaket bulu tebal dan membeli sarung tangan dan penutup kepala (topi rajut). Usaha tersebut kurang membuahkan hasil karena saya tetap saja kedinginan, tetapi paling tidak sudah sedikit berkurang daripada tadi.

Paket Wisata Pantai Gunung Kidul - Baron, Krakal, Kukup

Minggu, 26 Juli 2009

Libur akhir ajaran kuliah saya bersama teman-teman SMA berencana untuk berpantai ria. Kami akan mengunjungi pantai-pantai di Gunung Kidul. Rombongan kami berjumlah 9 orang dan kami semua diangkut dalam 1 mobil kijang saja. Bisa dibayangkan betapa penuhnya ketika di dalam mobil. Sebenarnya 9 orang itu hanya orang-orang yang tersisa yang mau jalan-jalan, padahal kami mengundang 1 kelas. Tapi karena karena faktor kepentingan maka hanya 9 orang yang datang.

sma negeri 1 klaten photo 01smanegeri1klaten1_zpse131249a.jpg
Tempat berkumpul sekaligus bernostalgia di SMA Negeri 1 Klaten

Farewell Trip di Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu

Selasa, 17 Juli 2007

SMA Negeri 1 Klaten
IPA 7
2004-2007

Setelah melalui ujian nasional tingkat SMA kami sekelas mengadakan wisata bersama sebagai bentuk perpisahan. Tak terasa 3 tahun di SMA telah kami lalui dengan berbagai kenangan. Seperti kata Sakaki Makio di dorama Jepang My Boss My Hero 'School, if you attend properly, you'll surely find something bright.' rasanya saya mengerti arti dari kata tersebut. Karena setiap hari kita akan bertemu dengan teman-teman dan guru hampir sepanjang hari. Dari situ pasti akan terbentuk banyak sekali kenangan.

Sedih juga masa SMA sudah berlalu. Sekarang teman-teman dan juga saya akan mengambil jalan yang berbeda-beda. Kami sudah harus memasuki bangku perkuliahan yang tentu saja jauh berbeda dengan ketika masih di sekolah. Jika di sekolah kami terus dibimbing guru, baik dari aspek akademis maupun moral dan tingkah laku kita, maka di dunia perkuliahan tentu tidak akan seperti itu. Kita sudah dianggap dewasa dan karakter & jadi diri pun sudah terbentuk (kecuali yang masih terus ababil, hahhaaha). Saat ini sudah ada teman-teman yang diterima di universitas yang diinginkannya ada juga yang masih berjuang. Ada yang sudah diterima tetapi ingin mencoba lagi yang lainnya (seperti saya, masih menunggu pengumuman SPMB). Apapun itu kami harus tetap semangat untuk terus berjuang meraih impian.

air terjun grojogan sewu, tawangmangu photo tawangmangu1_zpscebdb6d9.jpg
Siap menuju ke Tawangmangu


08 Juni 2013

Wisata Sejarah Kepulauan Seribu - Pulau Kelor, Pulau Onrust, Pulau Cipir

Suatu pagi di kalender yang menunjuk tanggal 6 Juni 2013 setelah hari-hari sibuk di akhir semester saya terbangun dari lelapnya tidur. Benar-benar tidak terasa kalau tengah malam tadi habis bermain futsal, tidak terlihat juga kalau 2 hari yang lalu baru keluar dari rumah sakit. Walau hari ini adalah hari Kamis namun saya tidak pergi ke kantor, hari ini adalah libur nasional. Mungkin itu lah yang membuat tubuh ini begitu bersemangat, ditambah agenda hari ini adalah jelajah sejarah di Kepulauan Seribu Jakarta yang diadakan oleh Kili Kili Adventure. Trip yang cukup murah karena hanya dengan budget Rp 99.000 sudah bisa mengunjungi 3 pulau bersejarah dalam 1 hari (include biaya kapal dan tiket masuk wisata sejarah).

Pukul 6.30 saya bersama teman kos saya (Eldest) berangkat dari kos kami di Kwitang daerah Senen menuju ke Muara Kamal sebagai meeting point. Kami kemudian naik Trans Jakarta. Trans Jakarta merupakan jenis sarana transportasi umum yang sangat familiar di Jakarta dan dapat menjangkau berbagai daerah di Jakarta, selain murah tentu saja. Setalah naik di halte Pal Putih kami langsung menuju halte Harmoni melalui rute terusan PGC - Harmoni (rute normal: Kampung Melayu - Ancol). Setelah bertemu dengan teman kami yang lain (Dito-Gigih) kami melanjutkan perjalanan Trans Jakarta tujuan Kali Deres. Setelah berhenti di halte Rawa Buaya kami berganti naik angkot carry. Angkot carry merupakan mobil pribadi yang menawarkan jasa transportasi Rawa Buaya - Muara Kamal. Jenis angkot tersebut ada mungkin karena banyaknya permintaan terhadap jurusan Rawa Buaya - Muara Kamal namun belum ada angkot yang ada. Dengan hanya memakan ongkos angkot 5000 Rupiah kami sudah bisa sampai ke Muara Kamal.

Pukul 7.30 akhirnya kami tiba di Muara Kamal. Sembari mencari Den Bima selaku koordinator dari Kili Kili Adventure kami berputar-putar di pasar Muara Kamal. Hal konyol dilakukan oleh teman saya si Gigih, dia hampir saja menjerumuskan kami untuk ikut ke rombongan lain yang bukan diadakan Kili Kili Adventure karena sifat sok tahunya. Hahahaha. Mungkin karena tujuan destinasi yang sama antara Kili Kili Adventure dengan rombongan tersebut sehingga kami tidak menaruh curiga sedikit pun.