09 September 2012

Bukan tidak ada bugs, tetapi 'Layak'

Dalam pengembangan perangkat lunak atau software ada 2 macam jenis, yaitu membuat perangkat sesuai dengan yang kita pahami kemudian menjualnya, dan yang kedua yaitu membuat sesuai dengan kebutuhan dari client.

Untuk yang pertama, kita harus benar-benar tahu apa yang diinginkan oleh user secara umum. Untuk itu diperlukan seseorang orang yang ahli dalam bidang tertentu untuk membuat requirement. Kemudian dari requirement tersebut dibuat suatu solusi untuk memecahkan masalah ke dalam sebuah aplikasi. Karena aplikasi bersifat umum, user pun terkadang tidak tahu semua fungsi-fungsi atau tools yang telah disediakan.

Untuk yang kedua adalah client meminta untuk membuatkan aplikasi untuknya. Hal ini lebih bersifat khusus karena bisnis proses client bersifat unik untuk cliet itu sendiri. Misalnya perusahaan A, bisnis proses yang ada pada perusahaan A pasti berbeda dengan perusahaan lainnya. Maka dari itu perusahaan A meminta vendor atau penyedia jasa pembuatan program untuk membuatkan aplikasi yang bisa menangani bisnis proses yang terjadi.

Namun, berbicara mengenai perangkat lunak pasti tidak luput dengan masalah bugs. Ya, suatu aplikasi yang besar dan rumit pasti memiliki bugs. Bugs ini biasanya dikarenakan karena adanya kelalaian saat proses pengembangan atau case baru yang tidak muncul ketika dilakukan testing, atau kesalahan analsis di awal sehingga produk akhir menjadi tidak optimal.

Bahkan developer atau programmer kelas dunia dan top sekalipun pasti tidak akan bisa membuat aplikasi yang benar-benar bebas dari bugs. Kita ambil contoh saja, misalnya produk dari Microsoft pada sistem operasi Windows atau produk Apple pada Machintos. Orang awam pasti menduga bahwa program tersebut bebas dari bugs, tapi pemikiran itu sangat salah. Program tersebut jika mau ditelusuri pasti menyimpan banyak sekali bugs. Namun kenapa para konsumen pada menggunakan produk dari Microsoft dan Apple? Jawabannya hanya satu, yaitu layak.

Ya, layak disini memiliki artian bahwa aplikasi dapat bekerja secara smooth dan bebas dari mayor bugs. Mayor bugs tidak akan mempengaruhi kinerja sistem dalam mencapai tujuan utamanya. Oleh karena itu konsumen menjadi trust dan puas terhadap aplikasi yang dibuat.

So, bagi para developer, untuk menyakinkan user atau client jangan pernah menjanjikan aplikasi yang bebas dari bugs sama sekali, tetapi jawablah dengan kata layak. Hehe just share aja.. :D

3 komentar:

Ayo kirim komentar, disini!!