21 Juli 2012

Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencono

Satu mingggu yang lalu, 15 Juli 2012, saya mengunjungi suatu objek wisata baru di kawasan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencono. Objek yang terletak sekitar 40 km dari pusat kota Jogja ini tergolong baru karena menurut pengurus objek setempat, objek tersebut baru dibuka pada tahun 2010.

Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencono merupakan suatu paket wisata karena keduanya sangat berdekatan letaknya. Kedua objek ini terletak di desa Bleberan, kecamatan Playen, kabupaten Gunung Kidul. Untuk mencapai objek ini, jika dari Jogja tidak cukup sulit karena papan plang wisata sudah sangat jelas dan masih baru. Jika dari Jogja, tinggal ikuti jalan Yogya - Wonosari (Wonosari, ibukota Gunung Kidul), walau belum sampai ke Wonosari. Perjalanan akan melewati Jl Wonosari, Jl Patuk - Piyungan dan Jl Playen - Patuk. Setelah sampai di Bandung, akan ada plang Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencono, belok kanan dan akan melewati Jl Tumplak Payen. Karena saya menggunakan aplikasi Navigation di smartphone Android, maka untuk mencapai lokasi bukan hal sulit karena peruteannya sudah direkomendasikan,hehe..

Ketika akan mencapai lokasi objek, akan menjumpai jalanan yang cukup rusak karena belum diaspal. Medan yang cukup sulit dan mungkin akan lebih sulit lagi jika jalanan abis terkena hujan deras. Tiket masuk terusan ke kedua objek tersebut cukup murah, yaitu Rp 3.000 per orang, dan untuk kendaraan roda empat ditambah biaya Rp 5.000.

Jalan untuk memasuki objek tersebut sangat sempit dan tidak mungkin bisa dilalui 2 mobil yang berpapasan. Maka, jalan tersebut dibuat satu jalur searah sehingga tidak mungkin kendaraan berpapasan dengan arah sebaliknya. Objek pertama yang ditemui adalah Gua Rancang Kencono.

Jalan menuju Gua Rancang Kencono

Tempat parkir Gua Rancang Kencono

Gua Rancang Kencono

Gua purba ini berada di bawah tanah. Terdapat pohon besar di mulut gua yang berukuran cukup besar. Banyak stalaktit dan stalakmit di dinding-dinding gua, tetapi sudah tidak menetaskan air lagi. Ketika sampai di gua ini akan disambut oleh karang taruna dari desa setempat untuk memandu dan menceritakan sejarah & asal-usul gua. Ada juga anak-anak yang menyewakan senter karena di dalam gua masih belum ada penerangan.

Mulut gua dengan sebuah pohon besar

Aula gua

Pemandangan dari dalam gua

Setelah dari aula gua yang besar, terdapat suatu ruangan sempit dengan pintu masuk di ujung aula gua. Ruangan ini masih cukup terkena sinar matahari dari luar. Setelah ruangan ini akan ada ruangan lagi di dalam gua. Untuk memasuki ruangan ini cukup sulit karena tinggi pintu masuk ruangan sekitar setengah tinggi laki-laki dewasa, sehingga untuk masuk ke dalam ruangan harus membungkuk dan menjulurkan kaki terlebih dahulu.

Ruangan kedua ini sangat gelap karena tidak menerima cahaya dari luar. Selain itu juga sirkulasi udara sangat terbatas. Ketika masuk dengan rombongan, maka seorang karang taruna akan menceritakan mengenai sejarah mengenai ruangan tersebut. Ruangan tersebut digunakan untuk menyusun atau me-rancang sebuah siasat atau strategi perang (asal usul nama Gua Rancang Kencono) dari Laskar Mataram untuk mengusir Belanda yang mengusik Kasultanan Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan ukiran dan pahatan yang ada di dinding ruangan.

Masuk ke ruang 'rancang'

Penjelasan mengenai gua oleh karang taruna setempat

Pahatan yang ada di ruang 'rancang'

Karang taruna setempat sangat ramah dan dapat menjelaskan dengan jelas jika ada pertanyaan dari pengunjung. Ohya, bagi para pengunjung diharap bisa memberikan sumbangan seikhlasnya kepada karang taruna selaku pengurus gua untuk sekedar sebagai pengganti biaya pembersihan gua.

Dinding gua yang bisa dipanjat

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk dapat ditempuh dengan 2 cara, yang pertama adalah dengan berjalan kaki dari Gua Rancang Kencono sejauh 1 km, atau lewat jalan utama. Kira-kira memerlukan waktu 10 menit jika memakai kendaraan sampai ke tempat parkir Sri Gethuk. Seperti pada area parkir Gua Rancang Kencono, tempat parkir di Air Terjun Sri Gethuk masih belum dibuatkan secara khusus, yaitu masih alami di lahan kosong. Sepeda motor akan ditempatkan di lahan luas dan mobil ditempatkan di sepanjang jalan menuju air terjun. Tidak ada atap di tempat parkir, dan bawahnya pun masih tanah.

Jalan menuju air terjun

Tempat parkir motor

Tempat parkir mobil

Dari tempat parkir pengunjung akan berjalan turun cukup jauh untuk sampai ke lokasi tempat penyeberangan. Di tempat penyeberangan pengunjung dikenakan biaya kapal sebesar Rp 7.500 pulang balik menyusuri sungai Oya. Hal ini karena letak air terjun berada di muara sungai. Pengunjung bisa juga balik dari air terjun ke tempat penyeberangan dengan body rafting dengan membayar biaya sewa ban sebesar Rp 2.000.

Tempat penyeberangan menuju air terjun

Benar-benar pemandangan grand canyon yang menakjubkan ketika menyusuri sungai menuju air terjun. Perjalanan sekitar 5 menit menggunakan kapal, benar-benar bisa menikmati kealamian dari perbukitan karst, sungai dan pepohonan.

Perjalanan menggunakan kapal menuju air terjun

Di tengah perjalanan menuju air terjun

Sesampai di air terjun

Setelah sampai di air terjun pengunjung akan melihat 3 buah air terjun, dengan 1 yang paling besar debit airnya.

Air terjun Sri Gethuk

Tiga air terjun

Tidak jarang banyak pengunjung yang bermain di air terjun dan berenang di sungai sekitar air terjun. Air yang sangat bersih dan segar dari mata air menjadikan pengunjung tidak ragu-ragu untuk bermain air.

Suasana di sekitar air terjun

Pengunjung yang berenang di sungai

Walau sarana dan infrasruktur masih belum maksimal sebagai sebuah objek wisata, namun jumlah pengunjung Air Terjun Sri Gethuk sudah lumayan banyak. Benar-benar sebuah objek wisata potensial yang ada di kawasan DIY. Untuk menambah minat pengunjung di Air Terjun Sri Gethuk, dibuat suatu tempat kuliner berupa tempat pemancingan, namun untuk saat ini masih belum jadi.

Tempat pemancingan yang belum jadi

Bagi para penikmat wisata alam sangat direkomendasikan untuk mengunjungi kedua objek wisata ini. Benar-benar objek wisata yang masih alami dan bagus untuk melepaskan penat dari aktivitas kita sehari-hari.

Photobucket

4 komentar:

  1. walah mata airnya kan nun jauh di daerah wonogiri sana -_-;)
    air bersih juga gak selamanya, kalau musim hujan airnya coklat lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kalau pas musim penghujan bisa keruh airnya

      Hapus

Ayo kirim komentar, disini!!