31 Desember 2009

Alarm Pencuri

PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini tindak kejahatan semakin meraja lela saja. Didasarkan pada kehidupan yang semakin sulit saja. Persaingan dalam mencari pekerjaan pun begitu ketat. Alhasil banyak pengangguran pun meluas bak jamur di musim penghujan. Aksi pencurian yang terjadi pun juga semakin tinggi.

Saya akan mencoba mengatasi masalah tersebut dengan membuat “alarm pencuri”. Dari namanya saja terlihat bahwa alarm tersebut dikhususkan untuk mendeteksi pencuri. Prinsip kerja dari alarm ini menggunakan sebuah komponen yang peka terhadap cahaya. Jadi, jika si pencuri menutup jalur cahaya yang diterima oleh komponen tersebut, maka komponen tersebut akan mempengaruhi komponen yang lain sehingga rangkaian akan menghasilkan bunyi yang dapat menandakan terdapat pencuri sehingga pencuri dapat dideteksi dan segera dilakukan tindakan selanjutnya.

Komponen peka cahaya yang saya pakai adalah LDR (Light Dependent Resistor). Komponen ini akan mempunyai hambatan besar jika cahaya yang diterimanya menjadi redup atau tidak terkena cahaya. Jadi, jika terdapat pencuri yang menghalangi cahaya yang diterima oleh LDR, maka LDR akan menjadi pemicu untuk menghidupkan alarm. Alarm yang saya pakai memakai jasa buzzer untuk menghasilkan suara.

Rangkaian alarm pencuri sederhana ini dapat digunakan di tempat-tempat yang ingin terbebas dari pencuri, misalnya di rumah. Alarm diletakkan di tempat yang terkena cahaya dan di tempat strategis yang menjadi jalan pencuri dalam menjalankan aksinya untuk masuk ke dalam rumah. Sehingga jika pencuri lewat dapat menutup cahaya yang diterima rangkaian sehingga alarm akan berbunyi. Atau alarm bisa juga diletakkan di belakang pintu bagian dalam, jadi bila pintu terbuka maka cahaya yang diterima oleh rangkaian akan terhalang oleh daun pintu yang terbuka tersebut sehingga alarm akan berbunyi.

Cara ini cukup sederhana dan sangat efektif dalam mendeteksi pencuri yang masuk ke dalam rumah. Kita tidak perlu pengamanan berlapis-lapis untuk melindungi rumah kita dengan biaya mahal, namun hanya dengan alarm pencuri yang sederhana dan murah serta dapat dibuat sendiri tersebut kita dapat mengatasi masalah tersebut.


ALAT DAN BAHAN

ALAT :
- Bor PCB
- Multimeter
- Solder listrik
- Penyedot timah/tenol

BAHAN :
- Papan PCB
- Resistor :
- * R1 : Potensi 250 kΩ
- * R2 : 4 kΩ
- * R3 : 1 kΩ
- * R4 : 2,2 kΩ
- * R5 : 1 kΩ
- Potensiometer
- Kapasitor 220 µF / 16 VDC
- Transistor BC 178
- SCR FIR 3D
- LDR ORP 12
- Buzzer 6 VDC
- Saklar
- Baterai 6 VDC
- Timah / Tenol


GAMBAR RANGKAIAN

Photobucket


CARA KERJA RANGKAIAN

Langkah pertama jika akan menggunakan alarm pencuri adalah dengan mengaktifkan saklar. Dengan aktifnya saklar dapat membuat rangkaian menjadi rangkaian tertutup. R1 dan LDR disini berfungsi sebagai pembagi tegangan agar terjadi arus yang lewat pada transistor pada rangkaian alarm pencuri.

Cara kerja dari rangkaian tersebut adalah pada saat LDR dalam keadaan normal, yaitu saat terkena cahaya, transistor tidak akan aktif. Ketidakaktifan dari saklar disini disebabkan karena syarat untuk menghidupkan transistor adalah beda tegangan antara emittor dan basis adalah 0,6 - 0,7 Volt. Pada keadaan terang tersebut, nilai dari hambatan LDR kecil sehingga tegangannya pun juga kecil. Nilai beda tegangan dari emittor dan basis tersebut di bawah 0,6 Volt.

Karena saklar tidak aktif maka arus dari emitor ke collector dari transistor tidak akan terjadi. Karena tidak ada arus tersebut maka gate dari SCR (Silicon Controlled Rectifier) pun tidak akan ada arus yang melewatinya karena prinsip dari SCR adalah aktif jika ada tegangan pada gatenya. Oleh karena hal tersebut maka SCR tidak akan on dan arus dari anoda ke katoda SCR pun juga tidak akan terjadi. Karena tidak ada arus yang mengalir tersebut membuat buzzer tidak berbunyi sehingga alarm juga tidak akan berbunyi.

Namun, jika LDR tidak menerima cahaya atau cahaya yang diterima meredup, maka nilai resistansinya akan menjadi besar sehingga tegangannya pun juga akan membesar. Beda teganganan ini mencapai angka 0,6 volt dan dapat menghidupkan transistor. Sehingga bila transistor aktif maka arus dari emitor ke collector pun akan terjadi. Resistor R4 pun akan terjadi tegangan. Teganan pada resistor R4 ini akan menjadi trigger untuk mengaktifkan SCR. Untuk mengaktifkan SCR dibutuhkan tegangan sekitar 0,7 Volt pada gatenya. Setelah SCR aktif dan dapat dilewati oleh arus, maka akan membunyikan buzzer sehingga bunyi dapat dihasilkan. Alarm tersebut dapat bekerja.

Untuk mematikan alarm digunakanlah saklar yang terdapat pada rangkaian. Hal ini dikarenakan karena SCR jika sudah ON akan terus mempertahankan keadaannya. Sehingga jika SCR sudah ON maka akan ON terus, kecuali pada satu hal, yaitu tegangan anoda menuju katoda dibuat menjadi nol kembali. Maka dari itu peran dari saklar untuk mematikan alarm sangat penting agar alarm tidak berbunyi terus menerus.

Referensi : Rusmadi, Dedi. 1992. Aneka Hoby Elektronika. Bandung: PT Pioner Jaya

91 komentar:

  1. bisakah buzzer diganti dengan lampu flip - flop ato running led?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa juga, disini buzzer berfungsi sebagai penanda alarm saja ^_^

      Hapus
  2. sy sdh coba tpi knpa mlh terbalik???
    ada cahaya alarm berbunyi, tdk kena cahaya baru alarmnya mati!!! apanya yang terbalik kira"???

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah udah benar jenis komponen yang dipasang beserta cara memasangnya? misalnya, transistor PNP, letak dari kaki-kakinya. Kemudian, letak LDR dan potensio yang dipasang apakah juga benar posisinya, karena keduanya berfungsi sebagai pembagi tegangan. Jika pemasangannya terbalik maka kondisi yang seperti Anda alami akan terjadi. . . . .

      Hapus
  3. susah Buat Anak SMP

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak susah kok, cuman nyusun rangkaian aja :D

      Hapus
  4. harga bahan nya brp ??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. harganya murah kok, gak sampai 10rb, tapi belum termasuk baterainya

      Hapus
  5. cara nentuin kaki2 SCR gmn boz? ? ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara menentukan kaki2 SCR bisa dilihat DISINI

      Hapus
  6. Klu sy bukn dpt SCR tp prsamaanx alias Fir 3D. Gimna nyusun kaki2x yg ada 3 sjjr itu? Fir 3D aja baru sy liat bntukx, jgn2 nnti slh masang/alias kbalik kaki di ats n kpla dbwh, he..he.. Trus kaki2 trnsistorx, lupa sy gmna mnntuknx. Mhon infox..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oow, cari aja datasheetnya di google, banyak kok petunjuknya. Kalo masang jangan sampai terbalik ya? ^_^

      Hapus
    2. mas minta data sheet scr fir 3d kirim ke email susilo_meka@yahoo.com

      trma kasih

      Hapus
    3. saya juga minta datasheetnya min...
      fxandy00@gmail.com

      Hapus
    4. Mas saya minta datasheetnya scr fir3d41 ada gag mas?? Kalo ada kirimin di dewokumoroaji@rocketmail

      Hapus
    5. Mas saya minta datasheetnya scr fir3d41 ada gag mas?? Kalo ada kirimin di dewokumoroaji@rocketmail

      Hapus
  7. trus, sy prnah lihat artikel lainnya. yg dipakai bukan potensiometer tp resistor bysa saja. apa bisa jg?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Potensiometer disini berguna untuk mengatur pembagi teganan. Atau dapat dikatakan, untuk mengatur intensitas cahaya minimal yang dapat membuat alarm berbunyi. Jadi, dengan potensiometer dapat diatur sesuai keinginan di berbagai tempat dengan intensitas cahaya berbeda agar alarm berbunyi dengan kondisi yang diinginkan. Kalau menggunakan resistor tetap dikhawatirkan alarm dapat berbunyi terus menerus jika cahaya sekitar sudah termasuk remang-remang. Sekali lagi, tergantung nilai tegangan pembaginya. ^_^

      Hapus
  8. Persamaan fir 3D apa ya? saya cari2 komponen fir 3D blm ketemu2....Tksh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting scr saja, kan tipenya ada banyak, salah satunya adalah fir3d :)

      Hapus
  9. bang, kalo saya maunya tuh ga pake sensor, tapi cuman pake saklar, kadi kalo pintu di buka, alarmny langsung bunyi, nah ituh gimana mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk yang dibuka bunyi bisa pakai saklar mekanik

      Hapus
  10. mau tanya kalau tegangannya 12 volt bisa ngak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa saja, tapi buzzernya yang 12 volt kalau bisa

      Hapus
  11. mas arif kalau buzzer itu letaknya dimana mas????

    BalasHapus
  12. kok datasheet scr fir3d nya gag ada ya

    BalasHapus
  13. seri scr untuk heater apa yg ada dipasaran? karena aku pakai 5 ampere tetap tidak kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak kuat maksutnya gak mau jalan?

      Hapus
  14. kalo emang ada datasheetnya FIR3D tolong kasih linknya karena saya sudah cari di google dan belum ketemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah aku cari2 link nya udah gak ada, mungkin ada email gak? bisa saya kirimin page yang udah aku simpan

      Hapus
  15. itukan hanya rangkaian dalam PCB...jika mau pake bodynya...gmana bentuknya??

    BalasHapus
  16. kalau tegangan dc nya 9volt gimana
    ??

    BalasHapus
  17. Gambar layout nya ada gak????????

    BalasHapus
  18. mas saya minta datasheet scrfir3d gristiar@gmail.com
    makasih mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah gan, silakan dicek emailnya :-)

      Hapus
    2. mas boleh minta juga enggak? emailnya vevi_virgo@yahoo.com makasih :)

      Hapus
    3. mas sya jga kirimin ya datasheetnya ke ivan.h.saputra96@gmail.com ,,, matur suwun mas

      Hapus
  19. mas, sya mau jgalah datasheet scrfir3d nya...
    makasih..

    kirimin ksini topfirst4@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas saya mau jga.. datasheet nya

      faris.anggara@ymail.com
      thx

      Hapus
    2. udah saya kirimkan yaa.. silakan dicek di email :)

      Hapus
  20. Mas kalau boleh saya juga minta datashet nya fir3D dong ... Susah nentuin kaki anoda catoda dan gate nya ... Bila berkenan mohon via email juga ya bimakumbala@gmail.com trimakasih banyak mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah saya kirimkan yaa.. silakan dicek di email :)

      Hapus
    2. Mas data nya hilang , karna salah klik , ... Maaf ya mas kalau boleh di kirim 1 x lg ...dan trimakasih udah di kirimkan kemaren ...

      Hapus
    3. sudah, silakan dicek lagi emailnya ;-)

      Hapus
  21. kalau yg lewat cuma kelelawar atau kucing dan anjing,....tertipu dong kita....

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bisa diatasi dengan menaruh alarm di tempat yang bisa membuat kondisi tersebut tidak berlaku :D

      Hapus
  22. di pasaran gk ada scr SS 3328 dan FIR 3D?
    bisa gk mas scrnya di ganti ama dioda 1 ampere

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dioda susah, harus dihitung bener ampere-nya, 1 ampere itu lewat perhitungan kah?

      Hapus
  23. mas minta data sheet scr fir 3dnya boleh....???

    klo boleh krim ke nanx_culun@yahoo.com yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya minta juga mas devritamadetya93@hotmail.com

      Hapus
    2. sudah saya kirim ya, silakan dicek emailnya :-)

      Hapus
  24. Aloow mas arif...
    Mas klo saya pake saklar mekanik, komponen ldr sama potensionya di hilangkan ya? Maksudnya ldr diganti dg saklar dan potensionya disambung langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali, kalau pakai saklar mekanik kan itu artinya LDR sebagai pengatur arusnya fungsinya tergantikan

      Hapus
  25. mas minta data sheet fir 3d ,ke email rf.whyd97@yahoo.co.id
    trims

    BalasHapus
  26. gan. minta datasheet scr fir3d nya. emailnya dwisetyabudi19@gmail.com
    .makasih
    maaf merepotkan.... :)

    BalasHapus
  27. kirim link datasheet FIR3D nya gan..
    email andhi017@gmail.com

    BalasHapus
  28. gan tolong kirimin datasheet scr fir3d. mail saya irfanaja984@gmail.com
    ts perhatin.a sy ucp trmksih gn

    BalasHapus
  29. gan tolong kirimin datasheet scr fir3d. mail saya irfanaja984@gmail.com
    ts perhatin.a sy ucp trmksih gn

    BalasHapus
  30. Datasheet scr fir3d dan ss3328 dong gan :)

    BalasHapus
  31. kirim kemana ya gan? bisa minta alamat emailnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  32. Panjialatief@ymail.com itu bisa diganti scr lain gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah saya kirim ya :-)

      bisa saja diganti, asal memiliki karakteristik yang sama

      Hapus
  33. Gan transistor BC178 nya bisa diganti dng yg lain ga ya? Kalo bisa diganti dng yg apa? Mohon dibantu gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa aja, dengan yang memiliki sifat yang sama
      :)

      Hapus
  34. saya mau juga donk datasheet SCR FIR3D nya bos
    afto.ram@gmail.com
    thank's bos :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gan saya mau juga dong dikirimin data sheet SCR FIR3Dnya
      tio.hardiyanto.12a2@gmail.com

      Hapus
  35. mas saya tolong dikirim data sheet FIR3D nya ya.
    ariicound23@gmail.com
    makasih yo mas :)

    BalasHapus
  36. mas saya minta datasheet FIR3D nya...
    tolong kirim ke yoga.lehrer1@gmail.com
    terima kasih banyak...

    BalasHapus
  37. Gan kalau scr fir 3d diganti sama scr 2p4m bisa gak ?

    BalasHapus
  38. minta datasheet scr fir 3d min...
    fxandy00@gmail.com

    BalasHapus
  39. Minta data sheet scr fir 3d nya min ke email
    aulia19raudah@gmail.com
    email yg diatas salah

    BalasHapus
  40. Aq juga minta datasheet Sam ?..
    Tranfer sini (frantia17784@gmail.com)

    BalasHapus
  41. ka saya mau nanya apa yang pengganti dari scr ada ga ka ? soalnya saya di bdg gada ka udh cari ?

    BalasHapus
  42. ka sama saya mau mnta datasheet nya yaa ka ke email saya sinatyohana96@yahoo.com

    BalasHapus
  43. gan bisa minta datasheet SCR FIR3dnya kirimke taufiq21akbar@gmail.com

    BalasHapus

Ayo kirim komentar, disini!!